2007-08-07

Setan yang Cakep

Kulihat di acara TV. Kalau ada tampang horor (menyeramkan, menakutkan, dkk.), biasanya yang melihat pada histeris:
"Setaaan...."

Masa sih, setan menakutkan?

"Sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagimu, maka jadikanlah ia musuhmu, karena sesungguhnya setan-setan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala."
(Q.S. Fathir: 6)

Tuh, setan itu mencari teman sebanyak-banyaknya untuk menghuni neraka di akhirat nanti. Kalau ingin punya banyak teman, bukannya harus berpenampilan semenarik mungkin? Nah, jadinya gimana dunk? Kalau tampangnya saja menyeramkan, siapa yang berani berteman dengannya coba?

"Wow... ada setan tuh. Godain yuk!"

2007-07-18

Dunia Es di Yogyakarta

Setelah sekian waktu mal ini terasa agak aneh, akhirnya mereka membuat gebrakan. Menghadirkan 2 buah wahana yang sangat fantastis di Yogyakarta. Yang pertama adalah Ice World, semacam dunia es yang berada di negeri Khatulistiwa.

Yang kedua adalah Ice Land, sebuah ice skating. Konon, ini adalah ice skating ketiga yang ada di Indonesia setelah Jakarta dan Bandung. Yang di Jakarta aku pernah ke sana. Tapi pas sepi, tidak ada acara di ice ring situ. Tempatnya ada di Mal Taman Anggrek. Sedangkan yang di Bandung ada di Istana Plaza.

Kalau yang beginian hadir di Yogyakarta, mal itu bakal jadi ramai kali ya?

tautan terkait keanehan:
o/ Fathir
o/ Yuda

2007-06-19

Tidak Bisa Mengirim Imel

Kemarin aku ingin menulis sesuatu ke suatu milis. Eh... ternyata imelku tidak bisa dikirim karena sesuatu hal. Inilah pesan yang muncul:


Kuota Gmail Mentok

2007-06-07

Dicueki Mas Polisi

Tadi pagi pas mau berangkat dari kantorku yang satu ke kantor satunya lagi, aku melewati razia polisi. Sepeda motor di depanku dikendarai 2 orang perempuan. Aku maju ke samping kanan mereka, kemudian kukeluarkan SIM dan STNK.

"Mas, iki SIM karo STNK-ku. Gék ndang dicék, aku arep ngantor ki." Pintaku dalam hati.

Mas Polisi masih asyik dengan mbak-mbak tadi. Dari pembicaraan yang kudengar, ternyata SIM yang ada adalah milik mbak pembonceng, bukan yang mengendarai di depan. Mereka berdebat.

Mas Polisi yang ada di belakangnya seolah ikut-ikutan cuek padaku. Malah sok-sokan mengatur lalu lintas. Kemudian dari arah belakang datanglah ambulans dengan sirine meraung. Beberapa mas Polisi mengatur lalu lintas agar ambulans dapat melintas. Ikut-ikutan mas Polisi yang sok-sokan tadi.

Ya sudah. Aku langsung pergi saja. Kelengkapan surat-suratku tidak jadi dicek. Dicuekin sih.