2007-04-16

Nol Bukan Kosong

Tidak sedikit yang mengucapkan angka "0" dengan kata "kosong". Sepertinya ini karena pengaruh media (TV dan radio) sehingga semakin banyak yang ikut-ikutan. Apakah "kosong" termasuk nama salah satu angka?

Angka arab yang dikenal adalah:
0: nol
1: satu
2: dua
3: tiga
4: empat
5: lima
6: enam
7: tujuh
8: delapan
9: sembilan

Coba lihat ilustrasi berikut:


















ABCDE
Data7103

Dari tabel di atas dapat kita lihat bahwa:
Data kolom A = tujuh
Data kolom B = kosong (null)
Data kolom C = satu
Data kolom D = nol
Data kolom E = tiga

Maka dapat kita simpulkan bahwa nol ≠ kosong.

2007-04-13

Grand Livina

Tadi siang adalah kali pertama aku melihat Grand Livina di jalanan. Sebelumnya baru melihat di TV. Mobil ini baru diluncurkan oleh Nissan Indonesia beberapa waktu lalu. Sebelum diluncurkan, telah diuji coba yang rencananya akan melintasi rute Yogyakarta-Bali. Namun terhalang oleh kendala cuaca saat akan menyeberang selat Bali.

Waktu melihat di TV, aku berpikir kok tampilannya mirip dengan Kijang Innova. Persis. Entah kapan dan dari mana datangnya, tiba-tiba saja di depanku ada Grand Livina 1.5 XV (warna oranye seperti yang di iklan TV). Penasaran apakah benar-benar mirip Kijang Innova. Menurutku ini ukurannya pendek dan pendek. Dari belakang terlihat kesan tidak tinggi. Setelah aku mendahuluinya, terlihat moncong depan juga tidak panjang.

Tampak BelakangTampak Depan

2007-04-12

GPK ke mana?

Sejak Mr. Bush membuat popular kata "teroris", banyak yang ikut-ikutan menggunakan istilah tersebut. Termasuk media dan pemerintah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Perasaan dulu kita memiliki istilah yang sangat popular, yaitu "Gerakan Pengacau Keamanan" (GPK). Kenapa kita tidak lagi menggunakan istilah tersebut ya? Kan lebih meng-Indonesia gitu lho. Lebih mudah dipahami maknanya daripada "teroris" yang dibuat tidak jelas definisinya.

Kehabisan Masa Aktif Lagi

Ternyata kemarin adalah hari terakhir masa aktif nomor telefonku yang satu-satunya itu. Pulsa yang tersisa saat ini adalah Rp 8.914 + pulsa SMS Rp 5.350. Tidak sedikit yang heran kok bisa-bisanya kehabisan masa aktif, ditambah sisa pulsa yang cukup banyak. Padahal masa aktif nomor yang kupakai itu sangat panjang. Tak ada operator telefon lain yang memberi masa aktif sepanjang itu.

Masa aktifnya kira-kira seperti ini:
Pulsa SMS Rp 5.000 --> 15 hari
Pulsa SMS Rp 15.000 --> 30 hari
Pulsa Rp 25.000 --> 35 hari
Pulsa Rp 50.000 --> 45 hari
Pulsa Rp 100.000 --> 60 hari
Pulsa Rp 150.000 --> 90 hari

Bisa dikatakan proporsional, kan? Pulsa nominal kecil bisa diasumsikan untuk pelanggan dengan pengeluaran telefon yang sedikit sehingga masa aktifnya panjang. Sedangkan pulsa nominal besar untuk pelanggan dengan pengeluaran telefon yang banyak (lebih cepat habis) sehingga masa aktifnya tidak usah terlalu panjang.

Histori pengisian terakhir kalau tidak salah begini: SMS 15ribu <-- SMS 15ribu <-- 25ribu

Sekarang masa aktifnya kebalikan dari yang dulu. Dulu biasanya isi pulsa 150ribu karena masa aktif paling panjang saat itu, yaitu 120 hari. Sekilas tampak berat di ongkos, namun justru itu yang paling efisien untukku. Pulsa nominal kecil masa aktifnya juga pendek, keburu kehabisan masa aktif. Dulu bisa sampai menyisakan pulsa 70an ribu saat masa aktif habis. Terus diapain coba?