Permasalahan yang akan muncul jika tetap menggunakan Ubuntu adalah:
- Destop GNOME sudah sedemikian diubah alur UX-nya di Ubuntu, tidak sejalan dengan alur UX BlankOn.
- Perubahan di Ubuntu tidak lagi menjamin alur UX BlankOn konsisten di masa depan.
Dengan berpindahnya BlankOn ke Debian, maka diharapkan:
- Berkelanjutan: Meminimalisasi terhentinya proyek.
- Debian lebih cocok karena lebih murni: Mudah untuk berkreasi di atasnya. Kustomisasi dilakukan via konfigurasi program.
- Fokus: Pengembang bisa lebih fokus ke UX daripada mengurusi distro dasar.
Meski mirip, para pengembang tetap perlu mempelajari lebih dalam tentang Debian.
Tambahan [2011.12.02 10:10]:
