Ternyata di lembaga pendidikan pun tidak sedikit yang belum bisa menulis dalam bahasa Indonesia dengan benar. Jika dari 10 orang pengajar terdapat 3 orang yang masih salah, itu bukanlah jumlah yang sedikit.
Kesalahan yang paling sering kutemui adalah mengenai penggunaan tanda baca, awalan "di-", dan kata depan "di".
Tanda Baca (kali ini khusus di akhir kalimat)
1. titik "." : Digunakan dalam kalimat berita.
2. tanda tanya "?" : Digunakan dalam kalimat tanya. Biasanya juga diawali dengan kata tanya, misal: apa, siapa, bagaimana, dll.
3. tanda seru "!" : Digunakan dalam kalimat perintah atau kalimat seru. Kata perintah yang mengawali dapat berupa kata: jelaskan, sebutkan, dll.
Awalan "di-"
Sebagai imbuhan, awalan "di-" harus dirangkai dengan kata yang mengikutinya. Awalan "di-" berfungsi membentuk kata kerja pasif.
Contoh:
Kakak, tolong tempenya dibalik agar tidak gosong!Kata Depan "di"
Sebagai kata, kata depan "di" harus ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya. Ingat, dalam dunia komputer, kata (
word) adalah setiap rangkaian huruf yang dipisah oleh spasi. Kata depan "di" menunjukkan keterangan tempat.
Contoh:
Adik bersembunyi di balik pintu.Jika guru tidak dapat berbahasa Indonesia dengan benar, lalu bagaimana masa depan murid-muridnya? :)