2009-11-04

Binar

Ternyata di lembaga pendidikan pun tidak sedikit yang belum bisa menulis dalam bahasa Indonesia dengan benar. Jika dari 10 orang pengajar terdapat 3 orang yang masih salah, itu bukanlah jumlah yang sedikit.

Kesalahan yang paling sering kutemui adalah mengenai penggunaan tanda baca, awalan "di-", dan kata depan "di".

Tanda Baca (kali ini khusus di akhir kalimat)


1. titik "." : Digunakan dalam kalimat berita.
2. tanda tanya "?" : Digunakan dalam kalimat tanya. Biasanya juga diawali dengan kata tanya, misal: apa, siapa, bagaimana, dll.
3. tanda seru "!" : Digunakan dalam kalimat perintah atau kalimat seru. Kata perintah yang mengawali dapat berupa kata: jelaskan, sebutkan, dll.


Awalan "di-"

Sebagai imbuhan, awalan "di-" harus dirangkai dengan kata yang mengikutinya. Awalan "di-" berfungsi membentuk kata kerja pasif.
Contoh:
Kakak, tolong tempenya dibalik agar tidak gosong!


Kata Depan "di"

Sebagai kata, kata depan "di" harus ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya. Ingat, dalam dunia komputer, kata (word) adalah setiap rangkaian huruf yang dipisah oleh spasi. Kata depan "di" menunjukkan keterangan tempat.
Contoh:
Adik bersembunyi di balik pintu.


Jika guru tidak dapat berbahasa Indonesia dengan benar, lalu bagaimana masa depan murid-muridnya? :)

1 komentar: