Orang-orang kebingungan mencari cahaya. Berjalan, berlari, kadang juga ada yang mengendap-endap dan melangkah dengan sangat hati-hati dalam kegelapan. Mereka tidak mempunyai cahaya. Mereka sedang mencari cahaya untuk menerangi perjalanannya. Untuk menyinari kehidupannya. Tetapi sungguh mengherankan ketika pada saat yang sama, sebagian besar umat kita justru sedang terlelap di bawah naungan cahaya. Mereka tertidur dengan pulas dan nikmat dalam nuansa bermandikan cahaya, sementara orang lain sedang sibuk mencari cahaya dalam gelap gulita. Dua macam kegelapan yang jelas berbeda.
Bukan sekadar "Ryan", melainkan "ryan_oke". Pernah jadi seorang "Kelompok Pengguna GNU/Linux Indonesia" (KPLI Jogja) dan "Forum Lingkar Pena" (FLP Yogyakarta).
2007-03-14
2007-03-05
Gmail Theater: Why Use Gmail?
Beberapa hari yang lalu aku nonton sebuah film yang cukup menarik. Menontonnya bukan di sebuah bioskop atau teater yang mewah, melainkan cukup di sini saja. Nomat. Nonton hemat tidak hanya di hari Senin.
(Di mana coba??)
Mas-masnya keren, membuat film model beginian. Sebagai pengguna Gmail sejak zaman berjuang, aku benar-benar merasa sangat terhibur. Teringat akan nostalgia romantisme bersama Gmail dahulu kala. Hingga menjadi Gmail yang sekarang ini.
(Halah, emang Gmail lahir tahun berapa, coba? Baru kemarin sore gitu kok!)
Terima kasih mas Jaya. Yang telah memberikan invitasi Gmail padaku. Saat itu sungguh sulit untuk memiliki account Gmail. Bahkan sampai ada yang memperjual-belikan invitasi segala. Blog-mu pindah ngendi to, Mas?
Terima kasih Gmail. Yang telah memberitahu mengenai rilis film ini.
(Hayyah!)
Chat pakai GoogleTalk yuk. Sudah pada punya account Google, kan? Sekarang sudah tidak perlu invitasi lho. Bisa mendaftar langsung.
(Di mana coba??)
Mas-masnya keren, membuat film model beginian. Sebagai pengguna Gmail sejak zaman berjuang, aku benar-benar merasa sangat terhibur. Teringat akan nostalgia romantisme bersama Gmail dahulu kala. Hingga menjadi Gmail yang sekarang ini.
(Halah, emang Gmail lahir tahun berapa, coba? Baru kemarin sore gitu kok!)
Terima kasih mas Jaya. Yang telah memberikan invitasi Gmail padaku. Saat itu sungguh sulit untuk memiliki account Gmail. Bahkan sampai ada yang memperjual-belikan invitasi segala. Blog-mu pindah ngendi to, Mas?
Terima kasih Gmail. Yang telah memberitahu mengenai rilis film ini.
(Hayyah!)
Chat pakai GoogleTalk yuk. Sudah pada punya account Google, kan? Sekarang sudah tidak perlu invitasi lho. Bisa mendaftar langsung.
2007-02-19
Survei Mushola dalam Mal
Setelah membaca cerita seorang kawan dan kawan satunya lagi, aku baru menyadari kalau ternyata juga memiliki kesenangan ini.
Apakah sebagian besar mushola yang ada di dalam mal bernasib sama? Lokasi tidak strategis, ukuran kurang lega, suasana kurang nyaman, berisik karena ada blower yang nyempil di dalam, ...
Apakah sebagian besar mushola yang ada di dalam mal bernasib sama? Lokasi tidak strategis, ukuran kurang lega, suasana kurang nyaman, berisik karena ada blower yang nyempil di dalam, ...
2007-02-07
Akses Jaringan
Suatu hari seorang kawan bertanya padaku, "Apa saja yang diperlukan untuk kebutuhan pengguna seperti dirimu?" Ini adalah sebagai masukan untuk pengembangan rilis berikutnya.
Kemudian kuberitahukan beberapa hal.
Akses internet di kos:
Biasanya aku pakai GPRS saat ingin cek pesan di instant messenger. Saat keinginan tersebut tidak bisa ditunda. Sudah ngebet banget gitu deh. Dan saat ingin kirim imel yang cukup "penting", harus dikirim segera. Dulu sebelum Knoppix menyertakan fitur akses via GPRS, GPRS bisa diakses seperti halnya akses via dial up telefon kabel. Tinggal menyeting koneksi modem (ponsel dianggap sebagai modem eksternal), setting APN, dan juga nomor akses (tergantung operator yang digunakan).
Kalau sekarang (di kantor), perlu aplikasi untuk koneksi ke server database (biasanya pakai Remote Desktop Connection). Di Kuliax kan sudah ada Krdc. Setelah kutambahi rdesktop, Krdc di Kuliax baru bisa terhubung ke server tersebut.
Sistem operasi server database adalah MS Windows 2000 Server. Kuliax yang kuinstal adalah satu-satunya komputer Linux di kantor ranting ini. Sepertinya hanya itu di tingkat cabang. Mungkin juga satu-satunya di tingkat atasnya lagi. Yang lain adalah komputer-komputer berjendela. :)
Kemudian kuberitahukan beberapa hal.
Akses internet di kos:
Biasanya aku pakai GPRS saat ingin cek pesan di instant messenger. Saat keinginan tersebut tidak bisa ditunda. Sudah ngebet banget gitu deh. Dan saat ingin kirim imel yang cukup "penting", harus dikirim segera. Dulu sebelum Knoppix menyertakan fitur akses via GPRS, GPRS bisa diakses seperti halnya akses via dial up telefon kabel. Tinggal menyeting koneksi modem (ponsel dianggap sebagai modem eksternal), setting APN, dan juga nomor akses (tergantung operator yang digunakan).
Kalau sekarang (di kantor), perlu aplikasi untuk koneksi ke server database (biasanya pakai Remote Desktop Connection). Di Kuliax kan sudah ada Krdc. Setelah kutambahi rdesktop, Krdc di Kuliax baru bisa terhubung ke server tersebut.
Sistem operasi server database adalah MS Windows 2000 Server. Kuliax yang kuinstal adalah satu-satunya komputer Linux di kantor ranting ini. Sepertinya hanya itu di tingkat cabang. Mungkin juga satu-satunya di tingkat atasnya lagi. Yang lain adalah komputer-komputer berjendela. :)
Subscribe to:
Comments (Atom)