Saat instalasi, memilih zona waktu Jakarta (UTC+7).
Setelah instalasi, zona waktu masih di Jakarta (UTC+7).
Ternyata, waktu yang ditunjukkan 7 jam lebih cepat daripada yang seharusnya. Hasilnya bukan UTC+7, melainkan UTC+14.
Ilustrasinya begini, sekarang jam 10:00, tapi di sistem operasi sudah jam 17:00. Padahal di BIOS juga masih jam 10:00. Berarti seolah jam pada perangkat keras (jam BIOS) dianggap sebagai zona waktu UTC. Sedangkan jam pada sistem operasi adalah zona waktu lokal.
Sudah jadi kebiasaan saya bahwa jam di komputer hanya satu macam, jam sistem operasi sama dengan jam BIOS. Maka ada pengaturan yang perlu diubah.
Bukan sekadar "Ryan", melainkan "ryan_oke". Pernah jadi seorang "Kelompok Pengguna GNU/Linux Indonesia" (KPLI Jogja) dan "Forum Lingkar Pena" (FLP Yogyakarta).
2013-01-06
2012-11-14
Watt-nya Tidak Sesuai, PLN Bohong?
Ingatan zaman SD setelah listrik sudah masuk desa. Baru menyalakan beberapa lampu TL, kok listriknya turun (bahasa Jawa: njegleg)? Jumlah total lampu TL yang dinyalakan baru seratusan watt, padahal seharusnya batas pemakaian listrik di rumah adalah 450.
Semasa SMU (saat itu bukan SMA), saya tahu ada beberapa macam daya listrik. Daya yang tertera pada alat listrik berbeda dengan daya yang diukur oleh MCB (pembatas arus) pada meteran PLN. Hal ini terjadi karena adanya induksi pada peralatan listrik tersebut.
Rumus sederhana mengenai daya adalah:
P = V . I
Semasa SMU (saat itu bukan SMA), saya tahu ada beberapa macam daya listrik. Daya yang tertera pada alat listrik berbeda dengan daya yang diukur oleh MCB (pembatas arus) pada meteran PLN. Hal ini terjadi karena adanya induksi pada peralatan listrik tersebut.
Rumus sederhana mengenai daya adalah:
P = V . I
2012-07-04
Memecah dan Menggabungkan Berkas PDF
Mungkin kita memiliki berkas PDF dengan ukuran yang cukup besar sehingga ingin memecahnya menjadi bagian kecil-kecil. Atau hanya ingin mengambil beberapa halaman saja.
Atau sebaliknya, ingin menggabungkan beberapa berkas PDF menjadi satu.
Hal tersebut dapat dilakukan menggunakan aplikasi bernama pdftk. Aplikasi ini berbasis perintah baris, saya belum menemukan antarmuka dengan tampilan grafis.
Untuk trah debian, bisa melakukan instalasi dengan perintah:
Memecah menjadi 1 halaman per berkas:
Atau sebaliknya, ingin menggabungkan beberapa berkas PDF menjadi satu.
Hal tersebut dapat dilakukan menggunakan aplikasi bernama pdftk. Aplikasi ini berbasis perintah baris, saya belum menemukan antarmuka dengan tampilan grafis.
Untuk trah debian, bisa melakukan instalasi dengan perintah:
# apt-get install pdftkMemecah menjadi 1 halaman per berkas:
2012-06-06
Dahulu Menyindir, Sekarang Malah Melakukan
Beberapa hari kemarin saat jalan-jalan di pasar modern, saya ditawari sebuah produk cuci pakaian. Mereka menamainya conditioner pakaian. Saya menyebutnya pewangi pakaian bilasan terakhir.
Produk tersebut bermerk Kispray! Produsen cairan semprot untuk setrikaan.
Saya masih ingat iklan di TV, Kispray mengatakan bahwa memberikan pewangi pakaian pada bilasan terakhir adalah perbuatan sia-sia, wanginya cepat hilang, uang terbuang percuma. Nah, sekarang mereka malah membuat produk serupa. Meskipun ada klaim bahwa produk ini berbeda dengan kompetitor, bagi saya ya sama saja.
Produsen lain yang juga melakukan hal seperti ini:
1. Kopiko: "Gantinya ngopi."
Sekarang punya kopi seduh siap saji.
Kopi Kapal Api yang dulu hanya punya kopi bubuk, sekarang punya permen. Tapi ini tidak apa-apa, setahu saya belum pernah menyindir produk lain.
2. Extrajoss: "Ini biangnya, buat apa beli botolnya?"
Saat itu yang "diserang" adalah M-150 dan Kratingdaeng. Akhirnya Extrajoss membuat produk yang siap minum juga.
3. Extrajoss: "Laki kok minum rasa-rasa?"
Ternyata ia pun meracik varian rasa buah.
Produk tersebut bermerk Kispray! Produsen cairan semprot untuk setrikaan.
Saya masih ingat iklan di TV, Kispray mengatakan bahwa memberikan pewangi pakaian pada bilasan terakhir adalah perbuatan sia-sia, wanginya cepat hilang, uang terbuang percuma. Nah, sekarang mereka malah membuat produk serupa. Meskipun ada klaim bahwa produk ini berbeda dengan kompetitor, bagi saya ya sama saja.
Produsen lain yang juga melakukan hal seperti ini:
1. Kopiko: "Gantinya ngopi."
Sekarang punya kopi seduh siap saji.
Kopi Kapal Api yang dulu hanya punya kopi bubuk, sekarang punya permen. Tapi ini tidak apa-apa, setahu saya belum pernah menyindir produk lain.
2. Extrajoss: "Ini biangnya, buat apa beli botolnya?"
Saat itu yang "diserang" adalah M-150 dan Kratingdaeng. Akhirnya Extrajoss membuat produk yang siap minum juga.
3. Extrajoss: "Laki kok minum rasa-rasa?"
Ternyata ia pun meracik varian rasa buah.
Subscribe to:
Comments (Atom)