2015-07-01

Western Union - Bank Syariah Mandiri

Beberapa dari kita mungkin sudah familiar dengan Western Union (WU). Salah satu perantara kirim-terima uang lintas negara.

Jika ada keluarga yang jadi TKI, mungkin sering menerima kiriman uang melalui WU. TKI mengirim dengan mata uang negara setempat, keluarga di Indonesia menerima dalam mata uang rupiah.

Bagi pekerja mandiri di dunia periklanan (baca: Google Adsense), mungkin memilih menerima bagi hasil menggunakan metode pembayaran melalui WU. Cara menerima bayaran yang paling cepat saat ini.



Salah satu tempat untuk mengambil kiriman WU adalah di bank (tertentu). Saya punya rekening di Bank Syariah Mandiri (BSM) dan lebih suka untuk tidak menenteng uang tunai, maka saya mengambil WU di bank tersebut dan langsung dimasukkan ke rekening.

Tempat lain yang jadi favorit pengambilan WU adalah Kantor Pos. Keluar dari sini berarti membawa uang tunai. Tidak nyaman.

Yang sering menjadi pertanyaan mengenai pengambilan WU biasanya:
1. biaya yang dibayarkan oleh penerima uang, dan
2. kurs-nya berapa

Sebenarnya WU tidak mengenakan biaya kepada penerima. Biaya pengiriman dibebankan kepada pengirim uang. Hanya saja jika mengambil WU melalui bank, harus pakai meterai Rp 6.000 yang dibebankan kepada penerima. Konon meterai Rp 6.000 ini akan dihapus oleh Ditjen Pajak, diganti jadi Rp 18.000. Haha... harga meterai juga naik!

Jika mengambil WU di Kantor Pos, tidak perlu pakai meterai. Eh, lumayan juga ya, selisih Rp 18.000. Bisa buat jajan.

Nah, untuk kurs, WU sendiri mengatakan bahwa selain dari biaya pengiriman, dia juga mengambil untung dari nilai tukar uang. WU menggunakan kurs dia sendiri.

Meskipun mengambil di bank, kurs yang dipakai adalah kurs WU, bukan kurs bank. Karena aksi ambil untung ini, kurs WU tidak menarik bagi penerima uang jika dibandingkan dengan kurs bank.



Kurs yang digunakan adalah kurs saat uang dikirim, bukan saat pengambilan oleh penerima. Misalnya yang belum lama saya terima:
- Uang dikirim tanggal 22 Juni 2015 waktu sana. Di sini 23 Juni 2015 dini hari.
- Saya mengambil uangnya pada tanggal 25 Juni 2015 waktu sini.

Kurs yang dipakai adalah saat tanggal 22 Juni 2015 (23 Juni dini hari pasar uang belum buka), WU menghargai $ 1 = Rp 13.043,8.

Sayangnya saya tidak menemukan data pembanding pada bank BSM di hari tersebut. Saya pakai data BI.

Pada tanggal 22 juni 2015, kurs USD begini: Jual 13.385, Beli 13.251.

Jika bingung yang dipakai menghitung itu kurs Jual atau Beli, gampangnya pakai saja yang hasil hitungannya tidak menarik bagi kita. Dalam hal pengambilan WU, berarti menukar dolar ke rupiah.

Hitungan
- tukar $ 1 = terima Rp 13.385 (Jual)
dibandingkan dengan
- tukar $ 1 = terima Rp 13.251 (Beli)
itu yang tidak menarik yang mana?

Berarti yang dipakai menghitung adalah kurs Beli. Ternyata selisihnya lumayan juga antara kurs WU dengan BI:
Rp 13.251 - Rp 13.043,8 = Rp 207,2

Ada selisih segitu untuk setiap dolar!

Tambahan. Contoh penggunaan kurs Jual:
Kita ingin menukarkan uang rupiah menjadi dolar.
- untuk mendapatkan $ 1, kita membayar Rp 13.385 (Jual)
- untuk mendapatkan $ 1, kita membayar Rp 13.251 (Beli)

Tahu hitungan yang tidak menarik bagi kita yang mana, kan?

1 comment:

  1. Yang dicairin banyak kayannya ni sampe harus langsung dimasukin tabungan :)
    Baru tau sy aturan kursnya ternyata pas dikirim yah, syaratnya apa aja tu mas ambil di BSM? kalau KTP beda kota bisa ga?

    reply:
    Syarat seperti biasanya.
    Bawa catatan (tidak harus hasil print):
    - jumlah uang,
    - nomor MTCN,
    - nama pengirim uang beserta alamatnya.

    Dan tentu saja menunjukkan kartu identitas (KTP). Tidak harus punya rekening BSM. KTP beda kota bisa dipakai selama negaranya sama.

    ReplyDelete