2006-02-26

Prameks

Kamis pagi, 3 hari menjelang hari Ahad. Maksudnya hari Ahad yang ada agenda ke FLP Solo gitu loh. Pagi itu turun hujan rintik-rintik.

Hujan rintik-rintik, turun tak berhenti
Di tengah rintik hujan, payung warna-warni
Seperti jamur yang tumbuh subur
Disirami hujan rintik-rintik

(Eyang A.T. — Tasya, "Hujan Rintik-Rintik")

Jumat pagi tiada rintik hujan. Sabtu pagi ia datang kembali, lebih lama daripada hari Kamis. Sekitar pukul 6 sudah reda sehingga aku bisa berangkat ke suatu tempat di sebelah selatan RS dr. Sardjito dengan berjalan kaki. Alangkah senangnya bisa bepergian berjalan kaki dengan nyaman. Jika punya sepeda, pasti akan lebih mengasyikkan lagi deh.

Kamis pagi hujan,
Jumat pagi tidak,
Sabtu pagi hujan,
Ahad pagi..??

Hujan
Hujan di mana-mana
Di jalan, di halaman, semua basah
Hujan
Hujan tak henti-henti
Hujan
Hujan lebat sekali

(Eyang A.T. — Tasya, "Hujan Rintik-Rintik")



Sudah disepakati Ahad pagi jam 1/2 7 berkumpul di stasiun Lempuyangan untuk naik Prameks menuju Solo. Ternyata aku baru siap berangkat dari kos jam 6 1/4!
"Wah, pasti terlambat nih," pikirku. Dan ternyata memang terlambat
(lewat pukul 06.30). Di Lempuyangan baru aku jumpai si Ulfah & Pitra.
"Lha liyané néng ngendi?" ("Yang lain mana?")
"Ora ngerti. Durung rawuh kayané." ("Nggak tahu. Nampaknya belum pada datang.")

Mungkin karena hujan yang begitu lebatnya sehingga menghalangi aktivitas banyak orang.

Di stasiun
Di stasiun
Sungguh ramai sekali
Hiruk pikuk semua sibuk di sepanjang peron
Ada yang bepergian
Ada yang menjemput
Ada pula yang mengantar
Di stasiun

(Eyang A.T. — Tasya, "Di Stasiun")

Nampaknya ada yang aneh deh…
Kaos yang aku pakai warnanya sama seperti kaos para suporter Persib yang berlalu-lalang di stasiun! Wah, bisa dikira gerombolan mereka nih. Tapi nampak beda dhing, meski sama-sama berwarna biru.

Kami ber-12 akhirnya jadi naik kereta setelah sebelumnya diiringi resah & gelisah karena tim belum lengkap, padahal kereta sudah datang.

K'reta apiku lari dengan kencang
Melintas sawah, bukit, serta ladang
Angin mengejar mencoba menghalang
K'reta apiku laju bagai terbang

(Eyang A.T. — Tasya, "Kereta Apiku")

Semalam aku membayangkan kereta akan tiba di tujuan jam 8 lebih sedikit. Di sana sudah ada yang menjemput kemudian langsung dibawa ke lokasi curhat (lho??). Di lokasi itu ada TV-nya, jadi aku masih bisa kebagian Doraemon, kemudian dilanjutkan nonton Detective Conan.

Di dalam kereta, aku baru tahu kalau tempat yang akan kami tuju adalah pesantren mahasiswa "Ar Royyan" dan kami akan dijemput di stasiun Balapan.

Néng stasiun Balapan
Kutha Sala sing dadi kenangan
Kowé karo aku
Nalika ngeterké lungamu

(Paklik Kempot, "Stasiun Balapan")

Tak berapa lama, kami pun tiba di stasiun tujuan. Di sana sudah ada mbak Ai yang menunggu untuk menjemput kami, eh, menjemput yang akhwat saja dhing. Namun.. yang mendapat jatah menjemput ikhwan tiada di sana. Pewaris tahta negeri FLP Surakarta Hadiningrat juga sedang ada pentas! Oleh karena itulah maka mbak Ai membawa teman-teman yang bertugas untuk sesi-sesi awal, sisanya menunggu jemputan berikutnya.

Akhirnya diriku, bos Ganjar, dan SDY naik bus kota bersama salah seorang FLPer Solo (waduh, lali jenenge). Kami turun di depan boulevard UNS, menunggu dijemput dengan sepeda motor untuk menuju ke Ar Royyan. Pasti akan kutemui banyak teman baru di sana nanti.

Betapa bahagianya
Punya banyak teman
Betapa senangnya
Betapa bahagianya
Dapat saling menyayangi

(Sherina, "Persahabatan")

Sesi demi sesi berlalu. Seperti biasanya di FLP Yogyakarta, diriku adalah sebagai tukang poto. Kali ini memakai kamera milik kang Aceng. Selain tukang poto, aku juga menjadi seksi sok sibuk. Pokoknya nampak sibuk gitu loh. Gubrag!!!

Menjelang siang, entah kenapa aku merasa sangat ngantuk. Selepas Dhuhur kutitipkan proyektor pada teman (entah siapa) agar dipasang jika momen telah memungkinkan karena saat itu si Udhin sedang beraksi sehingga kurasa tidak sopan kalau aku berlalu lalang di depan. Sepertinya sih mereka mengatakan kalau bisa memasangnya.

Kemudian aku bobo' di sofa sembari mendengarkan radio milik teman si Udhin. Kupasang frekuensi stasiun kesayangan, 106.7 ICFM Klaten. Beberapa bulan sebelumnya salah seorang pengurus FLP Solo yang centil mengatakan kalau siaran Media Dakwah dan Tarbiyah tersebut tidak dapat ditangkap di Samuri (???), tempat kosnya. Namun saat itu siaran ICFM cukup jelas terdengar. Atau mungkin karena radionya kali ya?

Mengapa bintang bersinar?
Mengapa air mengalir?
Mengapa dunia berputar?
Lihat s'galanya lebih dekat
Dan kau pun akan mengerti

Lihat segalanya lebih dekat
Dan kau bisa menilai lebih bijaksana

(Sherina, "Lihatlah Lebih Dekat")

–diari terpotong di sini–

*Diariné jayus banget, ya??*

1 komentar:

  1. Ehhmm saya mau nanya saya di Solo mau gabung FLP di Solo. Gimana cranya ya?



    reply:
    Coba tanya ke pengurus FLP Surakarta. Ketuanya (M.N. Furqon) ada di pesantren mahasiswa "Ar Royyan", daerah belakang UNS Kentingan.

    BalasHapus