Istri Menjadi Adinda, Suami Menjadi Kakanda?
Kutemukan satu lagi. Kali ini dari sebuah senandung yang dilantunkan oleh Maidany:
-=-=-=-=-=-=-=-=-=
* Cinta Dalam Cinta *
Telah kupetik setangkai bunga di dalam dunia ini
Sebagai penghias yang mulia dan mewangi
Fithrahmu membawa ketenangan, memberikan kedamaian
Fithrahmu membawa ketentraman, memberikan kesejukan
Oh Tuhan, kutelah penuhi sebuah janji
Cintaku padamu karenaNya
Rinduku padamu karenaNya
Sayangku padamu karenaNya
Hidupku denganmu karenaNya
Tuhan, kau telah berikan dia untukku
Tuhan, semaikanlah cinta ini di dalam cintaMu
Oh Tuhanku, ku bersyukur padaMu
Duhai adikku, mari bersama kita arungi perjalanan hidup ini
Demi menggapai kemuliaan di dalam perjuangan ini
Hidup ini adalah perjuangan yang penuh dengan pengorbanan
Temanilah daku
Temanilah daku
Temanilah daku, duhai adikku
www.liriknasyid.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=
Baru beberapa waktu lalu aku “ngeh” kalau yang dimaksud “adik” dalam syair tersebut adalah “istri”. Mengapa seorang istri harus dianggap sebagai adik, sedangkan suami sebagai kakak? Bagaimana jika usia sang istri lebih tua daripada suami?
Seorang teman (akhwat) berpendapat bahwa panggilan seperti itu adalah untuk menghormati suami, juga keluarga besarnya. Namun jika sang suami tidak bersedia memanggil “adik” kepada orang yang lebih tua, terus gimana dong?
Sebenarnya seperti apakah ukuran “menghormati” tersebut? Adakah yang dapat menjelaskan? (^_^)
“Selain panggilan itu, anti ingin dipanggil seperti apa?”
“Kalau aku sih inginnya dipanggil ‘Tuan Puteri’.”
Gubrag! Emangnya di negeri dongeng?
“Duhai Tuan Puteriku sayang.”
“Ada apa, Pangeranku?”
Wekk, norak!
Iseng-iseng aku ada dialog yang…
tentu saja iseng!
“Assalamu’alaikum…”
“‘alaikum salam. Eh, dindaku tersayang udah pulang. Gimana kerjaan di kantor? Lancar saja, kan?”
“Alhamdulillah… Allah memudahkan segalanya. Pasti berkat doa dari kakak yang cantik, manis, & sholehah ini.
Ngomong-ngomong hari ini masak apa, kak?”
“Hmm… ada deh. Udah laper ya? Kita makan yuk!”
…
Incoming keywords from search engine:
- Kakanda panggilan untuk
- Panggilan adinda
- panggilan adinda kakanda
- panggilan untuk suami yang lebih tua
- suami sebagai kakak dan istri sebagai adik
Comments
3 Responses to “Istri Menjadi Adinda, Suami Menjadi Kakanda?”
Leave a Reply
nasyid ini sering disenandungkan
kala hati mulai berwarna
mungkin hanya sebentuk harapan
bahwa memang akan ada seseorang yang menemani dalam tiap langkah
yang menjadi tempat berlindung, tempat bersandar
hanya satu pinta kepada Illahi
ya Allah, Engkaulah yang Maha Memiliki
hamba mohon, satu saja dari hambaMu yang sholeh
untuk menjadi pendamping hidup
dunia dan akhirat
[...] Istri Menjadi Adinda, Suami Menjadi Kakanda? [...]
yah kalau begitu tetap adik sang istri dan suami jadi kakak, contoh nyata didunia fana ini yah ana. moga jadi inspirasi buat pasangan pengantin sejati tetap mencintai dibawah kasih sejati Ilahi yah… syukron. Maidany Management 0813 62 3435 62