Antara Aku dan Dia
Dalam bahasa Indonesia, kata “kami” dan “kita” memiliki makna yang sangat jelas berbeda. Lagi-lagi TV & radio (juga media cetak) memporakporandakan bahasa Indonesia. (Wah, bahasanya kok sadis.) Biasanya melalui program non berita, misal: acara gosip, sinetron, ajang kirim salam & tembang, iklan, dll. Tidak sedikit yang terlanjur ikut-ikutan mewarisi kesalahan berbahasa yang disebarkan oleh media tersebut.
Saat ini banyak yang berbicara menggunakan kata “kita”, padahal yang dimaksud sebenarnya adalah “kami”. Seharusnya menggunakan “kami”, bukan “kita”.
Hmm.. sepertinya di program berita ada juga. Biasanya narasumber yang berbicara begitu.
kami: kata ganti orang pertama jamak tanpa melibatkan lawan bicara
kita: kata ganti orang pertama jamak dengan melibatkan lawan bicara
Dapat dengan mudah dibedakan, bukan?
Kasihan adik-adik kecil yang menjadi bingung kapan seharusnya menggunakan kata “kami”, kapan “kita”. Kasihan juga pada Bu Guru, harus bersusah payah memberikan penjelasan kepada adik-adik yang terlanjur ikut-ikutan tidak mengenal kata “kami”.
Comments
2 Responses to “Antara Aku dan Dia”
Leave a Reply
Eh.. tapi kalau misalkan dengan kasus kalimat ini..
“Kalau bikan kami.. siapa lagi..”
Kok kesannya jadi sombong yah..
kalo bahasa arab nahnu
basa jepang lebih macem macem. konohito, sonohito