2005-10-13

Istri Menjadi Adinda, Suami Menjadi Kakanda?

Kutemukan satu lagi. Kali ini dari sebuah senandung yang dilantunkan oleh Maidany:

-=-=-=-=-=-=-=-=-=
* Cinta Dalam Cinta *

Telah kupetik setangkai bunga di dalam dunia ini
Sebagai penghias yang mulia dan mewangi
Fithrahmu membawa ketenangan, memberikan kedamaian
Fithrahmu membawa ketentraman, memberikan kesejukan
Oh Tuhan, kutelah penuhi sebuah janji

Cintaku padamu karenaNya
Rinduku padamu karenaNya
Sayangku padamu karenaNya
Hidupku denganmu karenaNya

Tuhan, kau telah berikan dia untukku
Tuhan, semaikanlah cinta ini di dalam cintaMu
Oh Tuhanku, ku bersyukur padaMu

Duhai adikku, mari bersama kita arungi perjalanan hidup ini
Demi menggapai kemuliaan di dalam perjuangan ini
Hidup ini adalah perjuangan yang penuh dengan pengorbanan
Temanilah daku
Temanilah daku
Temanilah daku, duhai adikku

www.liriknasyid.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=

Baru beberapa waktu lalu aku "ngeh" kalau yang dimaksud "adik" dalam syair tersebut adalah "istri". Mengapa seorang istri harus dianggap sebagai adik, sedangkan suami sebagai kakak? Bagaimana jika usia sang istri lebih tua daripada suami?



Seorang teman (akhwat) berpendapat bahwa panggilan seperti itu adalah untuk menghormati suami, juga keluarga besarnya. Namun jika sang suami tidak bersedia memanggil "adik" kepada orang yang lebih tua, terus gimana dong?

Sebenarnya seperti apakah ukuran "menghormati" tersebut? Adakah yang dapat menjelaskan? (^_^)

"Selain panggilan itu, anti ingin dipanggil seperti apa?"
"Kalau aku sih inginnya dipanggil 'Tuan Puteri'."

Gubrag! Emangnya di negeri dongeng?

"Duhai Tuan Puteriku sayang."
"Ada apa, Pangeranku?"

Wekk, norak!

Iseng-iseng aku ada dialog yang...
tentu saja iseng!

"Assalamu'alaikum..."
"'alaikum salam. Eh, dindaku tersayang udah pulang. Gimana kerjaan di kantor? Lancar saja, kan?"
"Alhamdulillah... Allah memudahkan segalanya. Pasti berkat doa dari kakak yang cantik, manis, & sholehah ini. ;) Ngomong-ngomong hari ini masak apa, kak?"
"Hmm... ada deh. Udah laper ya? Kita makan yuk!"
...

3 comments:

  1. nasyid ini sering disenandungkan
    kala hati mulai berwarna
    mungkin hanya sebentuk harapan
    bahwa memang akan ada seseorang yang menemani dalam tiap langkah
    yang menjadi tempat berlindung, tempat bersandar
    hanya satu pinta kepada Illahi
    ya Allah, Engkaulah yang Maha Memiliki
    hamba mohon, satu saja dari hambaMu yang sholeh
    untuk menjadi pendamping hidup
    dunia dan akhirat

    ReplyDelete
  2. [...] Istri Menjadi Adinda, Suami Menjadi Kakanda? [...]

    ReplyDelete
  3. yah kalau begitu tetap adik sang istri dan suami jadi kakak, contoh nyata didunia fana ini yah ana. moga jadi inspirasi buat pasangan pengantin sejati tetap mencintai dibawah kasih sejati Ilahi yah... syukron. Maidany Management 0813 62 3435 62

    ReplyDelete